LUGAS BERITA – Kendati luput dari perhatian pemerintah, Madrasah Diniyah sejatinya memiliki peran penting dan terus berkontribusi dalam mencetak generasi bangsa yang memiliki akhlak dan berkarakter religius.
Hingga saat ini, Madrasah Diniyah Tetap membina anak didik atau santri nya di masyarakat, tetap istiqomah dan konsisten mencetak dengan segala keterbatasan sarana prasarana dan tanpa dberikan honor yang layak, guru guru madrasah diniyah tetap mengajar.
Saat ini demi menjaga solidaritas dan eksistensi madrasah diniyah maka dilaksanakan kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Tingkat Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta.
Hadir pada Kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Tingkat Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta, sekaligus menyampaikan keberadaan madrasah diniyah yang tersebar di seluruh kabupaten Purwakarta kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah, baik dari sarana dan prasarana, maupun kesejahteraan para pengajar.
Pendidikan diniyah telah banyak melahirkan para tokoh berpengaruh yang turut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI. Kita akan terus mengawal eksistensi pendidikan agama dan diniyah, yang sudah terbukti mampu meningkatkan nilai spiritual dan akhlakul karimah
Ceceng Abdul Qodir, Anggota DPRD Purwakarta dari PKB Dapil V sekaligus sebagai salah satu Alumni Madrasah Diniyah MTI Assalam, mengatakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta diharapkan lebih memperhatikan keberadaan madrasah diniyah yang merupakan bagian dari lembaga pendidikan non-formal. Madrasah diniyah yang mampu menjadi salah satu pembentuk moral generasi penerus, selama ini dinilai kurang mendapat perhatian.
“Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian kepada lembaga pendidikan keagamaan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA). Keberadaan madrasah dinilai kerap dikesampingkan. Hingga saat ini, keberadaan DTA masih terkesan dianaktirikan, padahal lembaga pendidikan tersebut menjadi salah satu pendidikan dasar keagamaan yang akan melahirkan generasi yang berkarakter religius.,” kata Ceceng, Sabtu 28 Mei 2022.
Menurutnya, peran lembaga pendidikan nonformal DTA sangat strategis dalam pendidikan agama. Karena itu sudah seharusnya apabila perjuangan dan kegigihan para pengelola dan pendidik lembaga tersebut diberikan penghargaan.
“Mereka perlu diapresiasi dan diberi penghargaan, karena telah berjasa dalam hal mendidik dan mengajarkan ilmu keagamaan, membentuk akhlak dan moral generasi bangsa berkarakter Religius.
Ceceng berharap, agar siswa mendapat asupan ilmu yang terintegrasi baik umum maupun agama dalam hal ini ahlak, moral, dan lain sebagainya sudah sejak lama diterapkan di madin. “Kenapa sekarang diabaikan,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah mulai memberi perhatian lebih terhadap kebaradaan madin lantaran kondisinya saat ini cukup memprihatinkan.
*Perhatian yang harus diberikan, baik dari sisi keberadaan sarana dan prasarana, kesejahteraan pengajar, maupun dari sisi kesamaan perlakuan dalam Undang-undang Sisdiknas sehingga ke depan madin benar-benar menjadi lembaga formal,” pungkasnya.***












