LUGAS BERITA – Subang, 30 Januari 2026 _ Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kabupaten Subang mengakibatkan terjadinya bencana banjir di sejumlah wilayah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang per 30 Januari 2026 pukul 14.00 WIB, banjir tercatat melanda 54 desa yang tersebar di 9 kecamatan, dengan dampak 7.587 rumah terendam serta 119 jiwa terpaksa mengungsi.
Dari data tersebut, wilayah kerja PLN ULP Pamanukan menjadi salah satu area terdampak. Curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Cipunagara melimpas dan mengakibatkan tanggul di Kampung Gedung Gede, Desa Mulyasari, meluap. Kondisi ini menimbulkan banjir di sejumlah titik permukiman warga serta berdampak pada pasokan listrik pelanggan, bahkan hingga memutus akses jalan utama di Desa Mulyasari.
Menanggapi kondisi tersebut, PLN UP3 Purwakarta melalui ULP Pamanukan bergerak cepat mengamankan kelistrikan. Langkah yang dilakukan meliputi pengamanan jaringan listrik, pemantauan langsung di lapangan oleh personel pelayanan teknik yang dilengkapi peralatan lengkap, serta penyesuaian sistem kelistrikan guna memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.
PLN UP3 Purwakarta mencatat terdapat 25 gardu distribusi di wilayah kerja ULP Pamanukan yang terdampak banjir, dengan total pelanggan yang mengalami pemadaman sementara sebanyak 9.467 pelanggan. Pemadaman dilakukan sebagai langkah preventif untuk menghindari potensi bahaya kelistrikan akibat genangan air.
Manager PLN UP3 Purwakarta, Kurniawan Fitrianto menyampaikan komitmen PLN untuk selalu siaga dalam menghadapi kondisi darurat kebencanaan. “Dalam menghadapi kondisi darurat, seluruh personil harus bergerak cepat dan mengutamakan keselamatan masyarakat. Penyesuaian sistem kelistrikan saat banjir perlu dilakukan, dan selalu lakukan pengecekan jaringan serta pastikan seluruh peralatan dalam kondisi aman sebelum pasokan listrik kembali beroperasi secara normal,” ujarnya.
Dalam proses penanganan banjir, PLN Pamanukan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, dan pihak terkait lainnya. Selain pengamanan kelistrikan, melalui YBM PLN UP3 Purwakarta turut disalurkan bantuan berupa makanan siap saji, obat-obatan, serta kebutuhan bayi sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi masyarakat terdampak agar tetap semangat menghadapi musibah.
Sejalan dengan hal tersebut ditemui di Bandung, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama PLN dalam penanganan bencana, “Listrik bukan hanya soal terang, tetapi juga soal keselamatan. PLN berkomitmen hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan aspek keamanan, serta memastikan penormalan pasokan listrik dilakukan setelah kondisi dinyatakan aman.” tutup Sugeng.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya listrik saat banjir dengan menghindari instalasi listrik yang terendam, tidak menyentuh peralatan listrik dalam kondisi basah, serta mematikan Miniature Circuit Breaker (MCB) apabila air mulai masuk ke dalam rumah. Gangguan maupun potensi bahaya kelistrikan dapat dilaporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau layanan resmi PLN. Bersama, kita hadapi bencana ini dengan sigap dan saling menjaga keselamatan.***












