LUGAS BERITA – Ketua Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP), Hikmat Ibnu Ariel tanggapi polemik soal cukur rambut dan dugaan peredaran narkoba yang terjadi di SLTPN 1 Maniis, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Hikmat Ibnu Ariel mengatakan memperhatikan berita-berita soal pencukuran rambut siswa yang ada beberapa versi, pihaknya merasa cukup prihatin.
“Jika hal itu terjadi karena adanya ketidak disiplinan siswa, dalam hal rambut, bisa dikatakan pihak sekolah selama ini lemah dalam menerapkan disiplin kepada para siswanya. Sehingga harus meminta bantuan pihak luar sekolah untuk memberikan sanksinya,” ujar Ariel kepada media, Jumat (08/09/2023).
Selain itu, kata Ariel dilain sisi, kita juga sebagai orang tua harus memperhatikan dan menjaga prilaku putra putri kita.
“Namun jika aksi potong rambut tersebut dikarenakan ada dugaan penggunaan obat-obatan terlarang oleh siswa, berdasar pemberitaan media, ini lebih memprihatinkan sekali,” ucapnya.
Tambahnya, terkait hal tersebut, pihak sekolah harusnya bertindak cepat dan melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian sebelum obat-obatan terlarang tersebut meracuni siswa-siswa yang lain.
“Segera tangkap penjual obat-obatan terlarang tersebut. Sepertinya, tidak terlalu sulit untuk mengorek keterangan dari siswa-siswa untuk mengetahui penjual obat-obataan terlarang tersebut,” ujar Ariel.
Sebagai penutup Ariel menyampaikan bahwa tidak adil bila siswa terduga pengguna obat-obatan terlarang disanksi sementara tidak ada tindakan apapun terhadap para pengedarnya
“Penjarakan dan Publikasikan pengedarnya agar masyarakat lebih berhati-hati dan peringatan bagi yang coba-coba maracuni siswa demi keuntungan pribadi,” demikian Ariel.












