Silaturahmi dengan Ulama, Syaiful Huda Bahas Pendidikan dan Artificial Intelligence

Foto: Syaiful Huda saat silaturahmi bersama habaib dan kyai di Purwakarta.

LUGAS BERITA – Ketua Komisi X DPR RI yang juga Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda mengungkapkan jika beberapa tahun terakhir ini dirinya benar-benar mencurahkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan dunia pendidikan.

Demikian disampaikan Syaiful Huda pada acara silaturahmi bersama alim ulama dan habaib Kabupaten Purwakarta yang digelar di Aula Janani Hotel Harper by Aston Purwakarta, Jl. Raya Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jumat (14/4/2023).

“Di antara yang menjadi perhatian saya adalah dikotomi sekolah negeri dan swasta jangan sampai ada lagi. Tidak boleh ada lagi diskriminasi antara (sekolah) negeri dan swasta,” kata Syaiful Huda.

Ketika ada sekolah swasta yang sudah mengabdi lama di daerah tertentu, sambungnya, maka pemerintah tidak boleh membangun sekolah negeri di daerah tersebut.

“Lalu apa yang harus dilakukan? Pemerintah harus dapat membangun sepenuhnya sekolah swasta itu, namun sekolah tersebut statusnya tetap milik yayasan. Perlakukan sekolah tersebut seperti sekolah negeri,” ujarnya.

Syaiful Huda juga membahas konsep “Money Follow Student”. Yakni, anggaran dialokasikan untuk program prioritas yakni membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah

“Karena, masa depan kita tergantung pada pembentukan karakter siswa yang baik dan berakhlakul karimah,” ucapnya.

Tak sampai di situ, Syaiful Huda juga mengingatkan tentang sisi negatif dari kemajuan teknologi bernama Artificial Intelligence (AI).

“Saat ini ada petisi yang meminta dukungan agar pengembangan AI dihentikan sementara waktu,” kata Syaiful Huda.

Pertimbangannya, mitigasi risiko pengembangan kecerdasan buatan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum kebablasan dan merugikan manusia.

Uniknya, yang menandatangani petisi tersebut bukanlah orang sembarangan, melainkan para pakar dan ilmuwan. “Bahkan, pencetus AI sendiri turut menandatangani petisi tersebut,” ujarnya.

Dijelaskan Syaiful Huda, jika terus dikembangkan, AI ini berpotensi tidak terkontrol. Belum lagi, lanjutnya, dapat disalahgunakan.

Karenanya, kata Syaiful Huda, pendidikan yang menempatkan akhlak lebih tinggi dari ilmu menjadi sangat penting.

“Dan saya prediksi, Indonesia akan menjadi pusat pengembangan pendidikan yang menempatkan akhlak di atas ilmu pengetahuan,” ucapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *