Keren, Didampingi Dedi Mulyadi, Santri Ponpes Minnatul Huda Panen Ribuan Buah Melon

LUGASBERITA, PURWAKARTA – Para santri di Pondok Pesantren Minnatul Huda yang berlokasi di Kampung Cibogopentas, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta memanen ribuan butir buah melon, Selasa 11 Mei 2021.

Ketua Kopontren Minnatul Huda, Cecep Sahal Abdusslam, mengatakan ada dua jenis melon yang ditanam, yakni melon Inthanon dan Fujisawa yang benihnya didapat dari perusahaan benih buah dari Belandan, Rijk Zwaan.

“Ada 1000 pohon atau buah melon yang kita panen, potensi hasil berat keseluruhan sekitar satu ton. Jika dihitung rata-rata per buah memiliki berat 1 kg,” kata Cecep, Rabu 12 Mei 2021.

Dia menyebut, teknis penanaman melon tersebut berbasis digital farming. Sehingga, pemeliharaan buah yang ditanam di dalam ruangan khusus bernama green house ini pun sebagian besar berbasis aplikasi.

“Masa panen melon dengan proses digital farming ini memakan waktu sekitar kurang lebih 70 hari sejak masa tanam benih,” ujarnya.

Lebih jauh Cecep mengaku tak merasa khawatir terkait pemasaran, lantaran, kata dia, sudah ada Ponpes Al Ittifaq selaku pembina Kopontren Minnatul Huda yang siap menyerap semua buah melon hasil panennya.

“Jadi selanjutnya Ponpes Al Ittifaq menyalurkan buah yang dibeli dari kami ke sejumlah super market,” jelasnya.

Cecep menambahkan, panen melon ke dua tersebut dihadiri oleh Wakil ketua Komisi IV DPR RI Golkar, Dedi Mulyadi, Kadis Pertanian dan Asep Sendjaja selaku camat setempat.

“Alhamdulillah pada kesempatan tersebut Kang Dedi Mulyadi menyanggupi akan membantu memberikan sejumlah sapi melalui program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO), 10 Domba Australia dan mesin cultivator,” paparnya.

“Nantinya bantuan tersebut akan dikelola oleh para santri Ponpes Minnatul Huda dan warga setempat yang tergabung dalam Kopontren Minnatul Huda,” ujarnya.

Sebagai penutup, Cecep mengatakan para santri yang sekolah sekaligus pesantren di Ponpes Minnatul Huda dapat memperdalam ilmu agrobisnis di bidang pertanian.

“Dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, para santri atau siswa yang sudah duduk atau masuk ke tingkat SMK bisa belajar sekaligus mempraktekan ilmu pertanian tersebut, dan ini sudah teruji tentunya,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *